Facebook
RSS
Tampilkan postingan dengan label corel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label corel. Tampilkan semua postingan

Memaksimalkan Hasil Cetakan di CorelDraw


Terkadang desain yang kita buat terlihat bagus di monitor. Warnanya juga udah menarik, terus ukuran-ukuran warnanya sudah bagus, eye cacing gitu. Mestinya konsumen juga sudah seneng dengan hasil buatan kita ketika ditampilkan di monitor.
Ternyata setelah dieksekusi di percetakan... warnanya jadi amburadul! Ach!
Komplain pun datang! Dan besok lagi, klien udah ogah ama kita!
Mungkin nggak sekali aja kita ngalami kayak gitu, tapi mungkin juga udah berkali-kali. Bisa repot tuh.

Berdasar pengalaman pribadi, ada beberapa tips untuk meminimalisir kesalahan seperti itu. Ini tipsnya :
  1. Kecenderungan file dari CorelDraw ketika dicetak mempergunakan mesin cetak offset akan memproduksi warna dengan kecenderungan lebih gelap dari warna yang tertampil di monitor. (CorelDraw X3, CorelDraw X4, X5 belum dicoba sampai eksekusi cetak)
  2. Warna hitam memang sering menjadi masalah saat dicetak. Warna hitam yang pekat (c=100, m=100, y=100,k=100) akan menghasilkan warna yang cenderung buram di kertas cetakan. Mending dibuat dengan komposisi c=30 y=30 m=30 k=100 (dengan mesin Heidenberg atau mesin yang lain terlihat masih bagus warnanya)
  3. Cari percetakan yang bagus, kalo mempergunakan jenis mesin yang terbaru biasanya masalah warna tidak begitu memprihatinkan, tetapi kalo memilih percetakan dengan mesin rekondisi, siap-siap saja deh :)
  4. Ketika akan dibuat film/plate, lebih baik di-convert aja kedalam file *.pdf. Tapi ini juga tergantung ama software ataupun operator yang bersangkutan. Tanya dulu deh.
  5. Jangan lupa, maksimalkan tampilan di monitor. Salah satunya dengan cara melakukan kalibrasi warna pada monitor.
Gitu dulu deh. Moga-moga aja bisa membantu. Silahkan kalo mo ada yang nambahin. :) .....
[ Read More ]

Corel Painter 12 : a review

Ahai, Corel Painter mengeluarkan versi baru lagi setelah tahun 2008 versi XI nya. Hmm.. apa ya yang berubah ?.. Let's see...
Preview dulu dari isi webnya di www.corel.com :
Corel® Painter™ 12 is the world's leading digital art software. Its combination of inventive drawing tools, Natural-Media® brushes, image cloning capabilities and virtually unlimited customization options give you total freedom for creative expression. Internationally recognized for its RealBristle™ brushes, Painter offers the most realistic form of digital painting available in the digital art realm. And with the introduction of new Real Watercolor and Real Wet Oil brushes, plus exciting creative features exclusive to this version, Painter continues to change what's possible in art!
Apa yang berubah ya ? Dari berbagai sumber akhirnya kudapetkan, gini...
  1. Adanya panel navigator baru yang memungkinkan kita untuk bergerak di kanvas dengan mudah, menampilkan preview gambar  maupun  area kanvas sekaligus memperbesar tampilan.
  2. Tambahan set slider untuk opsi Real Watercolors dalam Brush panel kontrol  memberikan tambahan kemampuan untuk adjusment, wetness dan konsentrasi, viskositas dan tingkat penguapan (evaporation), tekanan maupun  kekuatan angin. (maksudnya kalo disembur gitu ya?)
  3. Support Multicore, jadi lebih cepat kalo pake brush.... tapi jangan harap bisa cepet kalo diinstall di pentium III, auuuuuuu..
  4. Mirror Painting, baik horizontal maupun vertikal. Bisa di-on atau di-off kan. Jadi nggak repot nggambar 2 kali.
  5. Kaleidoskop, hampir sama kaya Mirror painting tapi kita bisa milih antara 3 sampai 12 planes gitu...
  6. Gel Brushes, nggambar pake brush yang mempergunakan Gel. Kaya nggambar pake pasta gitu...  

Harganya? Full : $429.00 USD (4jutaan rupiah) kalo Upgrade : $229.00 USD (2jutaan rupiah)
Buuh demo? download aja di www.corel.com
[ Read More ]

Download CorelDraw X5 SP1


Corel makin mantep ajah nich. Banyak peningkatan disana-sini.. (meski butuh resources kompi lumayan juga buat ngelakuin nih soft). Udah tak coba install patch X5 SP1. Well, that's good.
Nih daftar penambahannya :
  • Ada tambahan di Corel Connect (disini jadi versi2) yang bisa ambil gambar di iStockphoto, fotolia dan Flickr. Cocok buat yang sering browsing sambil pegang-pegang tikus.
  • RAW Camera Support -nya ditambahin : Canon EOS-1D Mark IV and PowerShots G11 and S90, Casio EX-Z750, Pentax K-x, Fuji SX200EXR, Sony A550
  • Color Management :
  • Filters-nya juga diupdate
  • Dan banyak lagi yang laennn.... cek readme CorelDraw X5 SP1
Download CorelDraw X5 SP1 disini ya... ^_^
    [ Read More ]

    Cara Membuat Shortcut di CorelDraw

    Bayangkan bila kita ngedesain kayak kura-kura dikejar buaya! Waktu mepet, klien udah dateng dan melotot di samping kita. Proff belum jadi pula. Alhasil alasan-alasan klasik yang sering muncul kayak digigit anjing tadi malem, kena guyur air comberan, kehilangan dongkrak -pun berbusa-busa kita luncurkan. Plus pasang wajah memelas...kayak anak kucing... berharap klien nggak ngegampar kuping kita.
    Sebenarnya cara cepat menyingkat waktu pengerjaan bisa dilakukan dengan cara membuat shortcut sendiri di CorelDraw. Misal : tekan A supaya rata tengah, L untuk rata kiri. Asal nggak buat shortcut baru : tekan tombol QWERFDE bersamaan buat buka file baru, weks! Cari yang mudah dan enak aja, mudah diingat dan dipijit tombolnya..


    Cara buat shortcutnya mudah kok. Klik Tools --> Customization. nanti keluar window dialog kayak gambar diatas tuh. Pilih Customization --> Commands.
    Klik Shortcut keys. Di kotak New Shortcut keys isi dengan tombol pilihan kita. Bisa kombinasi 2 tombol, 3 tombol atau cuman 1 aja. Current Shortcut keys tuh tombol shortcut yang lama, yang ingin kita ganti. Mending Delete aja. kalo udah cocok klik Assign.
    Jangan lupa beri centang di Navigate to conflict on Assign, gunanya kalo ada tombol yang sama fungsinya dengan fungsi tombol baru yang kita masukkan, nanti tombol lama itu akan dihapus dan kita akan diberitahu shortcut apa yang sama fungsinya.

    Bocoran nih : shortcut untuk tidur nyenyak = bantal+duit banyak+ngantuk berat+kamar sendiri (kalo dirumah pacar takut digerebek satpol PP hahaha)
    [ Read More ]

    Cara Cepat Kalibrasi Warna di CorelDraw

    Mungkin kita pernah ngalami hal nggak enak tentang warna nih, ketika ditampilkan di monitor kita udah bagus, cucok, jreng dan okey. Eh, ternyata waktu dicetak hasilnya amburadul. Gelap, ancur dan nggak jelas warnanya, kayak tempe gosong. Klien marah2 en kita malah ditendangin... (yang ditendang ni belum pernah ngalami, hehe).
    Berdasarkan pengalaman-pengalaman susah waktu berurusan ama warna kolor ijo tuh, ada beberapa trik yang mungkin bisa membuat kita jadi aman. Maksudnya bisa menekan kesalahan waktu proffing desain ato untuk eksekusi cetaknya. Triknya sederhana aja kok, meski hasilnya berbeda berdasar kondisi monitor. Kecombrang AMD-ku sich masih pake monitor tabung, hehe. Lumayan kalo rusak, bisa menghemat banyak biaya dibanding LCD ato LED. hehehe...

    Okey dech, nih dia trik ama tips nya.

    Yang perlu diperhatikan sebelum melakukan kalibrasi warna di CorelDraw :

    1. Cari hasil cetakan dalam bentuk fisik (pamflet, poster, atau apa pun itu) yang dicetak oleh percetakan langganan  yang mempergunakan mesin yang paling bagus (kan biasanya bagus pula hasilnya) di kota kita. Tapi yang ini opsional ajah kok. Nggak make juga nggak apa-apa. Kalo mau ngelakuin itu, memudahkan kita buat melakukan cek warna di monitor ama hasil cetaknya loh.

    2. Tanya-tanya ama tukang setting film buat cetak : sebenarnya pake standar setting warna apa ya yang dipakai? Setting warna tuh bisa dilihat di Tools --> Color Management. Kalo tuh orang jawabannya muter-muter nggak jelas, forget it lah... hehe. Mungkin orangnya nggak tau ato dianggap pula jadi info rahasia. Kalo orangnya baik hati, kita bakal dikasih tahu. Ini juga opsional kok. Nggak nanya juga nggak papa. Gunanya nanti buat nyamain profil monitor ama warna kita.

    3. Cari driver monitor kita. Bukan driver kartu grafis (VGA) ya... biasanya setiap monitor tuh punya driver yang emang disediakan ama produsennya. Kalo belum terdeteksi, cari di internet en download ajah, biasanya ukurannya kecil kok, nggak segede gajah. Yang paling susah tuh kalo kita ternyata make monitor second yang udah dikanibal ama tabung lain, atau udah pernah diperbaiki dan diganti chip warnanya. Settingan drivernya susah, karena udah nggak jelas yang membuat siapa tuh chip. Cara cek paling mudah tuh klik My Computer --> Propertis --> Device Manager -->Monitors. Kalo masih Plug and Play Monitor, sarannya cuman satu : ayo kita cari... hihihi. Cek aja di www.softpedia.com di bagian driver. Gunanya supaya hasil tampilan bisa maksimal. Btw kecombrangku pake monitor lawas seangkatan Benyamin Sueb bermerek Hansol 710A Plus en didetect sempurna di Win 7.

    4. Lebih diutamakan bila kita punya 2 jenis software desain di kompi. Biasanya CorelDraw dan Adobe Shotosop (PS) atau Adobe Elus-elus Traktor (AI). Disarankan pake versi CS keatas deh. Buat perbandingan nantinya.

    5. Sabar..... sabar....sabar.... Dibutuhkan kesabaran buat kalibrasi warna. Siapkan secangkir kopi atau teh, en jangan lupa sarapan.

    Nih langkah-langkahnya, cara kalibrasi warna di CorelDraw :

    1. Set Brightness ama Contrast kita ke kondisi full atau 100%. Ato kalo nggak atur aja supaya nilai keduanya sama. Misal 95% Brightness, 95% Contrast gitu...

    2. Jika kita pake Windows 7, cek dulu di fasilitas Calibrate Color-nya dulu. Cek di Control Panel --> Appearance and Personalization --> Display --> Calibrate Color. Ikuti langkah-langkah yang ada di situ, nanti profile warna kita akan tersimpan dan secara otomatis akan di-load waktu kita booting kompi. 

    3. Buka Coreldraw kita. Klik New. Terus buat kotak-kotak kayak contoh dibawah, jumlahnya terserah deh. Beri warna masing-masing kotak yang bisa dipilih di palet warna CMYK sebelah kanan : Cyan, Magenta, Yellow, Black (palet warna paling atas), 100C100M100Y100K (hitam paling bawah). Tambahi pula warna-warna yang lain sesuka kita. Kalo warna Black ama  100C100M100Y100K  sama, berarti perlu dikalibrasi tuh monitor. Bentuk nggak harus sama dengan contoh ya, yang penting ada kotak-kotak warnanya.

    4. Dokumen tadi kita klik Save as dalam *.cdr, kasih nama sesuka kita. Terus Save as dalam *.ai, namai sesuka kita juga, biar bisa kita buka pake Illustrator. Terus Export dalam *.psd, namai sesuka kita pula, supaya Photosop bisa buka juga.

    5. Dalam posisi CorelDraw masih membuka dokumen warna tadi, buka pula Adobe Illustrator atao Shotosop. Buka dokumen yang tadi disimpan sesuai ama jenis filenya. Bandingkan warnanya. Karena Adobe terkenal lebih bagus engine warnanya, kita pake acuan warna dari Shotosop dulu.

    6. Klik pengaturan warna di Corel lewat Tools --> Color Management (Coreldraw versi X4 kebawah). Tools --> Color managements --> Default Setting (CorelDraw versi X5). Untuk versi X4 kebawah, pilih Setting : Optimized for Professional Setting. Bisa pake settingan kayak contoh, atou pengen diutak-atik lagi, silahkan. Nah kalo kita udah dikasih tau ama tukang setting film, kita tinggal masukin pilihan di Separation Printer (yang gambar mesin cetak tuh), kalo nggak,  biasanya pake Japan - Color Coated 2001 atau US - Web Coated (SWOP) versi 2.
     Color Management CorelDraw X3 kebawah

     Color Management X5


    7. Color Mode used for effect : CMYK bila pekerjaan kita sampai ke urusan mencetak, RGB bila untuk fotography ama webdesign.

    8. Cek lagi di Corel. Warna hitamnya udah berbeda belum?  ato udah sama ama warna di Shotosop ? Kalo belum ya kita utak-atik lagi, hehe. Pilih profil warna yang lain yang ada di pilihan. Terus simpan ya... itu yang tanda plus di samping pilihan setting (X4 kebawah), atou tanda disket di samping Presets (X5), kasih nama bebas ajah.

    9. Clink! Udah, cuman gitu aja. Moga-moga warnanya tambah bagus... ^_^

    Kalo ada trik yang lain.. mohon sarannya ya... ^_^


    [ Read More ]

    Antara CorelDraw X3, CorelDraw X4, dan CorelDraw X5 ...

    Inget waktu dulu ngerjain order desain di awal taon 2005-2006, saat belum ada tikus optik tuh. Pake CorelDraw 9 ato versi 11-nya. Wuss wuss wuss. Mantab. Saat itu... Tiba-tiba muncul CorelDraw 12, 13, 14 trus 15. Ketambahan tikusnya juga udah pake optik, nggak lagi pake bola bakso yang musti dicuci pake sabun Rinso. Hahaha. Jadi bingung nih, mo make yang mana ya? Bagusan yang mana nich?
    Berdasar pengalamanku nih, corel lumayan enak ma mudah dipelajari kok. Yang versi genap biasanya sering ngalami "crash" aplikasi. Versi 11 ama 14 tuh sering bikin ngakak waktu otak-atik font ato teks. Tiba-tiba aja mas Corel-nya ngilang ke kamar mandi nggak pernah kembali ato dieeeemmmmmmm aja kayak kecebong pingsan.  Lebih enakan pake CorelDraw X3 deh, lebih stabil en cepet. Cuman kalo CorelDraw X5, pengaturan warnanya lebih huebat, en warnanya cucok ama Adobe Illustrator ato Shotosop. Nggak kaya Mas Corel dibawahnya  yang harus diset manual buat ngedapetin warna yang cocok. Maklumlah cari GretegMacbeth aja mahal, kalibrasi juga mahal, mana juga katanya harus diperbaiki per minggu sekali. Kalo punya Mac sih nggak apa-apa, rela rela aja, nah nih punyaku cuman kecombrang AMD, cukup manual kalibrasi udah jadi cantik.
    Hahaha....


    [ Read More ]